Bookmark and Share

BERITA

Dari Peringatan HPSN Sleman 2019

09 April 2019, 11:04:06 - Berita - Hits : 387 - Posted by shodiq
Dari Peringatan HPSN Sleman 2019

P3EJAWA.COM, SLEMAN (8/3). Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HSPN)  tingkat Kabupaten Sleman tahun 2019 digelar di bantaran Kali Kuning,  Dusun Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Jumat (08/03/2019) pagi.

Peringatan HPSN  dengan tema, Kelola Sampah, untuk Hidup Bersih, Sehat, dan Bernilai, dihadiri Wakil Bupati Sleman, Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes dan diikuti seluruh OPD Kabupaten Sleman, Jaringan Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) yang ada di Sleman, warga masyarakat, Kapolsek Berbah dan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa.

Sebelumnya, telah dilakukan aksi bersih-bersih sampah di lokasi TPA liar yang ada di Dusun Munggon, Desa Sendang Tirto. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman kerja sama dengan Komunitas  Sungai,  JPSM Kecamatan Berbah, dan warga Sendang Tirto.  Dari aksi bersih sampah tersebut  terkumpul 8 ton sampah sampah anorganik, seperti botol plastik dan kantong kresek.
Dalam sambutannya Bupati Sleman—Drs. H. Sri Purnomo, M.Si, yang disampikan  Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes (Wakil Bupati Sleman), menyampaikan, volume sampah yang terus meningkat setiap tahunnya menuntut perhatian kita bersama untuk mengurai masalah ini dari sumbernya.
“Saya sungguh prihatin dengan sampah plastik yang mendominasi tumpukan sampah. Dampak yang ditimbulkan sampah plastik dapat merusak ekosistem alam, terlebih jika sampah plastik mencemari sungai dan laut,” kata Punormo, prihatin.
Purnomo berharap, melalui peringatan ini, dapat memupuk kesadaran, kepedulian serta tanggung jawab seluruh masyarakat Sleman, dalam hal pengelolaan sampah.
“Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh warga Sleman untuk berhenti saling menyalahkan namun mulai budaya hidup bersih dan sehat dari diri sendiri,’ ujar orang nomor satu di Kabupaten Sleman ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupatan Sleman, Ir. Dwi Anta Sudibya, MT, pada kesempatan ini, menyatakan, Kabupaten Sleman sejauh ini memiliki 247 Bank sampah, 21 lokasi Tempat Pengumpulan Sanpah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R), dan 22 Komunitas sungai.
Permasalahannya saat ini, lanjut Dwi Anta Sudibya, ditemukan 15 timbulan sampah liar di Kabupaten Sleman. Timbulan sampah itu ditemukan di lokasi padat penduduk.  Tentu saja ini menjadi persoalan serius lingkungan apabila tidak segera ditangani dengan cepat.
“Saya mengajak para camat dan kepala desa  yang ada di kabupaten Sleman, agar kalau ada sampah liar segera melalorkan ke DLH dan segara ditangani secara bersama-sama di lapangan,” kata Dwi.
 Untuk diketahui, saat ini kurang lebih 800 ton sampah dihasilkan penduduk Kabupaten Sleman. Sebagain besar dari sampah  itu berasal dari sampah rumah tangga. Dari angka itu, yang bisa ditangani DLH Sleman baru 52 persen. Sementara 32,5 persen dari total sampah itu dibuang ke Piyungan.
”Hitunghannya per jiwa bisa menghasilkan 0,65 sampai 0,7 kg sampah per hari, “jelas Sri Restuti Nur Hidaya—Kepala UPT Pengangan Persampahan DLH Sleman, di sela-sela acara peringatan HPSN.
Puncak peringatan HPSN ini, diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari bersih sampah di bantaran Kali Kuning, penanaman pohon klengkeng, lomba mewarna yang diikuti anak-anak TK, lomba kreasi daur ulang sampah di sepanjang bantaran sungai, saresehan, dan penyerahan penghargaan bagi pemenang lomba.*


Hubungi Kami

ppejawa.com
Gamping Sleman Yogyakarta
Email : forum.ppej@gmail.com.com

 
Statistik Kunjungan
 
Vidio
 
GAUL

 

 
Copyright © 2015 PPEJ All Rights Reserved.